• Masjid Jami Arrahman Perumahan Green De Jalen Terrace Residence Tambun Utara
Sabtu, 6 Juni 2026

PENYAKIT ‘AIN: Antara Syariat dan Psikologi

Bagikan

Oleh: Iip Miftahuzzaman, S.Pd.I, CHt

(Dewan Iman Masjid Jami’ Ar – Rahman)

APA ITU PENYAKIT ‘AIN?

‘Ain secara bahasa berarti mata, sedangkan menurut istilah syar’i, ‘ain adalah pengaruh buruk dari pandangan mata seseorang yang disertai hasad atau kekaguman, yang dapat menyebabkan gangguan fisik, mental, bahkan spiritual pada orang lain.

HADITS TENTANG ‘AIN

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

“الْعَيْنُ حَقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرِ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ”
(رواه مسلم رقم 2188)

Artinya: “’Ain itu benar adanya. Jika ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, niscaya ‘ain-lah yang akan mendahuluinya.”

(HR. Muslim, no. 2188)

KISAH NABI TENTANG ‘AIN

Ketika Sahl bin Hunaif terkena ‘ain, Rasulullah bersabda:

“هَلَّا بَارَكْتَ عَلَيْهِ؟! إِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ، تَوَضَّأْ لَهُ”
(HR. Ahmad no. 15550, Abu Dawud no. 4195)

Artinya: “Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan atasnya? Sungguh ‘ain itu benar adanya. Berwudhulah untuknya.”

(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

PENDAPAT ULAMA

Imam Nawawi: “‘Ain adalah hal yang benar dan pengaruhnya nyata.”

Ibnul Qayyim: “‘Ain dapat menyebabkan penyakit, gangguan akal, bahkan kematian.”
(Zād al-Ma‘ād, Jilid 4)

Ibnu Hajar: “Pandangan mata yang disertai hasad dapat menimbulkan bahaya nyata.”

(Fath al-Bāri)

DALAM KACAMATA PSIKOLOGI

Fenomena ‘ain selaras dengan teori psikologi berikut:

Sugesti Negatif: Keyakinan bahwa kita terkena ‘ain dapat menurunkan imun dan memperparah stres.

Psikosomatik: Stres dan ketakutan memicu gangguan fisik nyata.

Self-Fulfilling Prophecy: Ketika seseorang percaya bahwa ia akan terganggu, maka gangguan itu bisa benar-benar muncul.

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN

  1. Dzikir dan Doa Perlindungan: Al-Falaq, An-Naas, Ayat Kursi.
  2. Ruqyah Syar‘iyyah.
  3. Mengucap “Baarakallahu fiik” saat melihat hal yang menakjubkan.

4. Mandi dari bekas wudhu orang yang menyebabkan ‘ain.

PENUTUP

‘Ain bukan sekadar kepercayaan tradisional, namun hakikat yang diakui dalam Islam. Namun, kita juga tidak boleh berlebihan dalam menyikapinya. Seimbang antara ikhtiar spiritual dan pemahaman psikologis akan menjaga kita tetap tenang, sehat, dan tawakkal.

Disusun oleh:
Iip Miftahuzzaman, S.Pd.I, CHt
Motivator, Trainer Kesehatan Mental Islami

SebelumnyaAl-Qur'an sebagai Jalan Kesehatan MentalSesudahnyaPeringatan Idul Adha 1446 H di Masjid Jami Ar-Rahman: Meneladani Iman Keluarga Nabi Ibrahim AS